My Diary.
to Share my Life Events

Menghitung Tenaga Mesin

Satuan tenaga yang umum digunakan dan sudah kita bahas pada posting sebelumnya, yaitu satuan HP dan PS.
Tenaga (power) = Kerja /satuan waktu
Kerja (work) = Gaya (force) x jarak (distance)
Pada komponen engine, gaya diwakili oleh beban (load), jarak diwakili dengan panjang (radius/ lengan pada dynamo meter, atau jarak titik pusat main journal terhadap titik pusat pin journal crankshaft), kemudian waktu diwakili oleh kecepatan (putaran per menit/ rpm).

Gaya dikali kecepatan pada engine dinyatakan sebagai torsi (torque), sehingga torsi dapat dinyatakan: Torsi = Gaya x Kecepatan
Torsi Mesin
Torsi adalah ukuran kemampuan mesin untuk melakukan kerja, jadi torsi adalah suatu energi. Besaran torsi adalah besaran turunan yang biasa digunakan untuk menghitung energi yang dihasilkan dari benda yang berputar pada porosnya. Adapun perumusan dari torsi adalah sebagai berikut. Apabila suatu benda berputar dan mempunyai besar gaya sentrifugal sebesar F, benda berputar pada porosnya dengan jari-jari sebesar b, dengan data tersebut torsinya adalah:
T = F x d (N.m)
dimana:
T = Torsi benda berputar (N.m)
F = adalah gaya sentrifugal dari benda yang berputar (N)
d= adalah jarak benda ke pusat rotasi (m)
Karena adanya torsi inilah yang menyebabkan benda berputar terhadap porosnya, dan benda akan berhenti apabila ada usaha melawan torsi dengan besar sama dengan arah yang berlawanan.
Pada motor bakar untuk mengetahui daya poros harus diketahui dulu torsinya. Pengukuran torsi pada poros motor bakar menggunakan alat yang dinamakan Dinamometer. Prinsip kerja dari alat ini adalah dengan memberi beban yang berlawanan terhadap arah putaran sampai putaran mendekati 0 rpm, Beban ini nilainya adalah sama  dengan torsi poros. Dapat dilihat dari gambar diatas adalah prinsip dasar dari dinamometer. Dari gambar diatas dapat dilihat pengukuran torsi pada poros ( rotor) dengan prinsip pengereman dengan stator yang dikenai beban sebesar w. Mesin dinyalakan kemudian pada poros disambungkan dengan dinamometer. Untuk megukur torsi mesin pada poros
mesin diberi rem yang disambungkan dengan w pengereman atau pembebanan. Pembebanan diteruskan sampai poros mesin hampir berhenti berputar. Beban maksimum yang terbaca adalah gaya pengereman yang besarnya sama dengan gaya putar poros mesin F. Dari definisi disebutkan bahwa perkalian antara gaya dengan jaraknnya adalah sebuah torsi, dengan difinisi tersebut Tosi pada poros dapat diketahui dengan rumus:
T = w x d (Nm)
dengan :
T = adalah torsi mesin (Nm)
w = adalah beban (N)
d= adalah jarak pembebanan dengan pusat perputaran (m)
Ingat w (beban/berat) disini kita  bedakan dengan massa (m), kalau massa satuan kg, adapun beban disini adalah gaya berat dengan satuan N yang diturunkan dari W=mg
Pada mesin sebenarnya pembebanan adalah komponen-komponen mesin sendiri yaitu asesoris mesin ( pompa air, pompa pelumas, kipas radiator), generator listrik (pengisian aki, listrik penerangan, penyalan busi), gesekan mesin dan komponen lainnya.
Dari perhitungan torsi diatas dapat diketahui jumlah energi yang dihasikan mesin pada poros. Jumlah energi yang dihasikan mesin setiap waktunya adalah yang disebut dengan daya mesin. Kalau energi yang diukur pada poros mesin dayanya disebut daya poros.
Daya Mesin (Power)
Sedangkan power yang dihitung dengan satuan Kw (Kilo watts) atau Horse Power (HP) mempunyai hubungan erat dengan torque. Power dirumuskan sbb :

Power = torque x angular speed.
Rumus diatas adalah rumus dasarnya, pada engine maka rumusnya menjadi :

Power = torque x 2 phi x rotational speed (RPM).
Untuk mengukur Power (KW) adalah sbb :

Power (kW) = torque (Nm) x 2 phi x rotational speed (RPM) / 60000
6000 dapat diartikan adalah 1 menit = 60 detik, dan untuk mendapatkan kw = 1000 watt.
sedangkan untuk mengukur Power (HP) adalah sbb :

Power (HP) = torque (lbs. ft) x rotational speed (RPM) / 5252
 Pada motor bakar, daya dihasilkan dari proses pembakaran didalam silinder dan biasanya disebut dengan daya indiaktor. Daya tersebut dikenakan pada torak yang bekerja bolak balik didalam silinder mesin. Jadi didalam silinder mesin, terjadi perubahan energi dari energi kimia bahan bakar dengan proses pembakaran menjadi energi mekanik pada torak. Daya indikator adalah merupakan sumber tenaga persatuan waktu operasi mesin untuk mengatasi semua beban mesin. Mesin selama bekerja mempunyai komponen-komponen yang saling berkaitan satu dengan lainnya membentuk kesatuan yang kompak.


Maka tenaga engine bisa ditulis dengan formula: P = T x S
Dimana,
P = Power (tenaga)
T = Torque (torsi)
S = Speed (rpm)

Jika suatu poros (shaft) berputar satu kali dalam satu menit dapat dinyatakan bahwa poros tersebut berputar 360º/menit. Jika berputar 3/4 putaran dalam satu menit, maka dapat dinyatakan dengan 0,75 put/mnt. atau 270º /mnt.

Dapat dinyatakan dengan: 1 putaran = 360º = 2π radian

Apabila Speed/kecepatan 1 putaran / mnt = 2π x n/mnt............ atau dalam 1 putaran/dtk = 2π x n/60.

1 PS = 75 kgm/dtk
1 HP = 76,04 kgm/dtk

Karena kecepatan putaran engine biasa menggunakan putaran per menit (rpm), maka harus dirubah menjadi putaran per detik, sehingga menjadi:
P = T x S
P = T x 2π x n/mnt, menjadi:
P = T x 2π x n/60 ........ untuk menjadikan dalam satuan kgm/dtk.

Sehingga tenaga dalam satuan HP, didapat formula:
HP = (T x 2π x n)/(60 x 76,04)
HP = (2π : 4662,4) x T x n
HP = 0,001376 x T x n


Dalam satuan PS, didapat formula:
PS = (T x 2π x n)/(60 x 75)
PS = (2π : 4500) x T x n
PS = 0,001396 x T x n

Contoh penggunaan formula, jika diketahui dari grafik performance engine, engine tersebut mempunyai rated power sebesar 320 hp pada 2000 rpm, maka torque rated nya didapat:

HP = 0,001376 x T x n
HP rated = 0,001376 x Torque rated x n
320 = 0,001376 x T x 2000
Torque rated = 320 : ( 0,001376 x 2000)
Torque rated = 116 Kg.m

Torsi diperlukan untuk menggerakkan benda (mobil, motor) dari posisi diam hingga bergerak, seberapa besarnya torsi berpengaruh pada percepatan perubahan posisi kendaraan dari sebuah titik. Torsi pada mesin ruang bakar dalam terjadi pada langkah kompresi campuran bahan bakar dan udara yang kemudian magnitude ledakan dalam silinder mendorong piston turun yang menghasilkan tenaga untuk memutar poros engkol yang selanjutnya disalurkan menuju roda penggerak. Bayangkan sebuah mobil dalam jalanan menanjak atau muatan yang berat maka beban yang dihasilkan terhadap roda dan mesin akan lebih besar karena derajat kemiringan jalan memperbesar gaya gravitasi dan drag force (gaya seret) yang diterima oleh kendaraan, maka dalam hal ini kendaraan membutuhkan nilai pijakan atau torsi yang besar. Karena piston menerapkan prinsip engkol atau kerja bolak-balik (reciprocal) yang memiliki gerak lingkar dan menyebabkan perubahan sudut vektor yang menghasilkan perbesaran perubahan gaya seiring membesarnya sudut vektor.
Horse Power
Horse Power (HP) atau Daya Kuda (DK) seperti namanya merupakan unit standard yang dihasilkan oleh obeservasi James Watt (penemu mesin uap) atas kemampuan rata-rata seekor kuda yang mampu memutar penggilingan berradius 12 kaki (3.6576 m) sebanyak 144 kali dalam satu jam (2.4 putaran per menit). Menurut Watt kuda tersebut mampu menarik dengan gaya sebesar 180 pound. Jadi berdasar observasi Watt dihasilkan:
 
Kemudian dibulatkan menjadi 33,000 ft-lbf/min = 550 ft-lbf/second.
Jadi horsepower adalah kemampuan untuk mengusung beban selama periode tertentu, kemampuan mengusung beban seberat 33,000 pounds selama 1 menit dihitung sebagai 1 dk. Jika sebuah kendaraan di jalan datar lalu kita menginjak pedal gas maksimal untuk menghasilkan kecepatan, seberapa cepat kendaraan tersebut bisa bergerak dalam hitungan detik (misal dari 0 – 60 km/j dalam 5 detik), maka di situlah penerapan besaran horsepower. Pada otomotif atau mechanical engineering antara torsi dan horsepower memiliki kaitan erat karena akan menentukan performa dan kesesuaian aplikasinya. Torsi dan horsepower pada kendaraan dipengaruhi oleh kapasitas silinder dan kompresi, semakin besar kapasitas silinder dan kompresi maka bias menghasilkan tenaga yang lebih besar pula tentunya dengan konsumsi bahan bakar yang lebih banyak pula. Selain itu bobot kendaraan menjadi faktor mempengaruhi lainnya, karena semakin berat bobot kendaraan maka semakin besar torsi awal yang dibutuhkan untuk menggerakkan kendaraan sehingga semakin panjang waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan tenaga puncak dan horsepower yang besar untuk percepatannya. Torsi dan horsepower memiliki puncaknya pada putaran tertentu (torque peak dan horsepower peak), untuk mengetahuinya sebuah kendaraan dites dengan dynamo meter untuk melihat nilai puncak dan putarannya.
Namun penerapan besaran torsi dan horsepower pada kendaraan tidak segampang itu, karena ada pengaruh dari gear ratio sehingga torsi pada 1000 rpm di gear 1 berbeda dengan di gear 2 namun memiliki nilai puncak yang sama pada putaran tertentu setiap gear (misal 6500 rpm). Lalu pada transmisi manual kita bisa beranggapan bahwa untuk menghasilkan horsepower puncak supaya kendaraan bergerak cepat maka kita harus memindahkan gear pada putaran tertentu? Hmm, tidak juga karena saat memindahkan gear ke gear lainnya akan ada revolution loss, nilai putaran yang hilang  akibat friksi dari kopling, selisih waktu dalam memindahkan tuas transmisi, penginjakan pedal, dan lain sebagainya.Yang bisa dilakukan untuk mencapai puncak horsepower adalah berusaha menjaga putaran mesin pada nilai puncak horsepower selama menjalankan kendaraan. Kendaraan akan menyantumkan dua varian nilai horsepower;
- BHP atau brake horsepower adalah nilai horsepower yang dihasilkan oleh gerak piston pada poros engkol (crankshaft) dihitung sebagai nilai bersih (net) horsepower dengan mengabaikan loss yang dihasilkan oleh putaran komponen lainnya pada mesin otomotif seperti timing chain, valve, timing belt.
- Effective atau wheel horsepower atau juga ditulis horsepower saja adalah nilai horsepower yang dihasilkan setelah melalui proses loss komponen-komponen mesin lainnya.
Untuk konversi elektrik 1 hp = 746 watt, jadi horsepower bisa dikonversi ke satuan watt, penerapannya dalam motor elektrik seperti dynamo. Namun dalam dunia otomotif yang digunakan adalah horsepower berdasar metric yang diterapkan Jerman (PS) yang memiliki nilai 735.49875 watt (Metric Horsepower) setara dengan 75 kg-fm/s.
Nah dari artikel ini dapat kita simpulkan bahwa Horsepower merupakan kemampuan untuk mengusung beban selama periode tertentu dan Torsi merupakan hasil dari gaya pada media yang memiliki sudut (angular momentum) sehingga memiliki sudut relatif yang mempengaruhi besarnya gaya yang dihasilkan dalam suatu masa.
Berikut adalah horsepower dan singkatannya dalam beberapa bahasa:
- Pferdestärke (PS) : Jerman
- Dayakuda (DK) : Indonesia
- Paardenkracht (PK) : Belanda
- Chevaux (CH) : Perancis

Power Maker Power Maker Author

Oktan dan Pencemaran



Kebanyakan orang mengira bahwa angka oktan adalah identik dengan mutu bensin. Padahal angka oktan hanyalah satu diantara sekian banyak parameter pada spesifikasi bahan bakar bensin. Bila ditinjau dari kepentingan lingkungan hidup, khususnya masalah pencemaran udara, angka oktan  perlu untuk diupayakan agar tidak berlebihan, bahkan sedapat mungkin dikurangi sampai batas optimal. Angka oktan menunjukkan kemampuan bahan bakar bensin mencegah terjadinya detonasi/ketukan pada proses pembakaran dalam bensin. Bila angka oktan tidak memadai, maka ketukan yang terjadi dapat merusak mesin atau mengurangi kinerja dan efisiensi mesin. Tapi penyesuaian angka oktan tidak bertujuan menambah kandungan energi bensin, melainkan untuk memanfaatkan semaksimal mungkin energi yang dapat diperoleh pada proses pembakaran dan melindungi mesin terhadap kerusakan akibat detonasi. Meskipun demikian, nilai kalori bensin yang dinaikkan oktannya dapat tetap atau berubah sesuai jenis bahan pengungkit oktan yang dipakai.
Di samping angka oktan, yang penting kita perhatikan pada spesifikasi bensin sehubungan dengan masalah pencemaran udara, antara lain ialah :
- Sifat penguapan (volatility), yaitu Rvp (reid vapour pressure) dan ASTM distillation.
- Stabilitas terhadap oksidasi.
- Komposisi kimia bensin, terutama kandungan senyawa pengungkit oktan TEL, senyawa-
  senyawa sulfur, olefinic hydrocarbone, benzene , dan aromatic hydrocarbone lainnya.
- Penggunaan oxygenate, aditif antioxidant, metal deactivator dan aditif deterjen yang efektif.
Makin tinggi Rvp atau makin rendah titik didih awal sampai titik didih 30 % penguapan dari ASTM distillation, akan makin tinggi tingkat penguapan. Fraksi bensin yang mudah menguap tersebut adalah sumber utama VOCs (Volatile OrganicCompounds) yang ada di udara perkotaan. Bila yang menguap tinggi kadar olefins I dan aromatic-nya, maka dampak terhadap lingkungan dan kesehatan akan makin buruk karena selain bersifat racun dan carcinogenic (penyebab kanker), senyawa-senyawa tersebut juga sangat reaktif. Dibawah pengaruh suhu panas dan sinar matahari, VOCs akan bereaksi dengan NOx (Nitrogen oxides) dan membentuk ground level ozone (O3). Ozon merupakan komponen utama dari smog., yaitu kabut yang terdiri dari partikel-partikel halus, lazim disebut particulate matter. Partikel di bawah 10 micron (PM10)        bersama O3 dan NOx dapat merusak dan melemahkan fungsi paru-paru serta bagian-bagian lain dari sistem pernapasan.

Stabilitas kimia bensin masa kini pada umumnya makin rendah akibat perlunya penyesuaian terhadap naiknya compression ratio dari mesin -mesin generasi baru serta program global menurunkan/menghapuskan TEL (Tetra Ethyl Lead). Untuk memenuhi kebutuhan oktan, kilang-kilang terpaksa menggunakan HOMC (high Octane Mogas Component) yang kebanyakan mempunyai kadar olefins dan heavy aromatic yang tinggi. Jenis-jenis hydrokarbon tersebut sering disebut dirty octaneyaitu oktan yang kotor terhadap mesin maupun lingkungan. Senyawa-senyawa tersebut memiliki ikatan-ikatan karbon tak jenuh (ikatan rangkap) yang sangat reaktif.
Hasil reaksi oksidasi dan polimerisasi dari senyawa-senyawa tersebut adalah gum (getah). Endapan getah menjadi deposit yang mengotori karburator, injector serta intake manifold. Deposit yang terbentuk juga merekat sebagai kerak pada intake valve sampai dalam combution chamber) ruang bakar. Lapisan kerak tersebut akan menaikkan compression rasio dan suhu ruang bakar dengan akibat detonasi (ngilitik), kenaikkan kebutuhan oktan dari mesin serta meningkatnya emisi gas buang beracun sebagai hasil pembakaran tak sempurna yaitu, CO, NOx dan UHC (Unburned hydrocarbon). Selanjutnya reaksi NOx dan UHC dapat menimbulkan racun-racun udara lainnya yaitu O3, PM10 bahkan PM2.5 yang sangat berbahaya bagi kesehatan.
Untuk meningkatkan stabilitas bensin, harus ditambahkan aditif antioxidant dan netaldeactivator. Untuk menanggulangi berbagai dampak negatif dari terbentuknya gum dan deposit pad intake system dan combustion chamber, harus dipakai aditif deterjen yang mampu membersihkan seluruh sistem induksi sampai ke ruang bakar.
Dampak terhadap lingkungan dan kesehatan dari NOx dan hydrocarbon telah kami singgung diatas. CO (carbon monoxide) yang merupakan komponen gas buang yang  sangat berbahaya untuk kesehatan perlu juga kita bahas berikut ini. CO adalah gas yang tidak berwarna, juga tidak ada rasa maupun bau. Meskipun tidak langsung merusak paru-paru, tapi bila terhirup dan masuk kedalam aliran darah, akan terikat secara kimia dengan hemoglobin dalam sel-sel darah merah membentuk carboxy-hemoglobin. Terikatnya hemoglobin oleh CO akan melumpuhkan kemampuannya untuk mengangkut oksigen ke otak, jantung dan organ tubuh yang lain karena CO mengikat hemoglobin 220 kali lebih kuat dari O2 (oksigen). Keracunan gas CO dapat berakibat koma bahkan kematian (terutama dalam ruangan tertutup.) Bila sering terhirup CO, tubuh mudah letih dan kemampuan kerja menurun. Mengenai daya racun TEL, mungkin sudah lebih banyak diketahui masyarakat, yaitu terutama dapat menurunkan tingkat kecerdasan (IQ) dan perkembangan mental / emosi pad anak-anak balita. Keracunan timbel juga menimbulkan kenaikan tekanan darah dan kerusakan organ-organ vital terutama ginjal, hati dan otak.
Kendaraan bermotor merupakan sumber utama (+ 70%) dari seluruh emisi racun di udara. Meskipun pemerintah sudah lama mencanangkan program langit biru, namun sayangnya
spesifikasi bensin di Indonesia hanya mencantumkan sebagian dari kriteria teknis tersebut di atas. Super TT yang disebut sebagai bensin yang ramah lingkungan memang tidak lagi mengandung senyawa timbel (TEL), tapi sebaliknya olefins dan aromatichydrocarbon-nya sangat tinggi. Ditambah lagi tidak adanya aditif deterjen dalam bensin jenis manapun di Indonesia, menunjukkan masih rendahnya mutu bensin kita bila ditinjau dari segi lingkungan hidup.
Semua jenis mesin kendaraan bermotor dengan bahan bakar bensin, tanpa kecuali akan mengalami kenaikkan kebutuhan oktan setelah jarak pemakaian tertentu. Istilah yang lazim dalam bahasa Inggris adalah ORI (Octane Requirement Increase). Gejala ORI sudah lama diketahui dan merupakan penyebab pemborosan yang cukup besar bagi industri perminyakan maupun para pemilik mobil berbahan bakar bensin. Akibat adanya ORI , angka oktan bensin selain harus sepada dengan compression ratio dari mesin, masih harus pula ditambah sejumlah oktan yang dianggap perlu untuk penyesuaian nilai rata -rata ORI yang te rjadi. Semakin tinggi angka oktan, semakin tinggi pula biaya pembuatan bensin karena peningkatan pemakaian TEL dan/atau HOMC.

Kemajuan teknologi kimia dibidang aditif bahan bakar kini telah mampu mengurangi ORI yang terjadi pada mesin dan memungkinkan perbaikan kinerja anti knock (antingilitik) yang praktis, ekonomis dan bersih lingkungan. Kemampuan mengurangi ORI dari aditif bensin generasi terbaru berhubung langsung dengan kemampuannya membersihkan timbunan kerak pada katup-katup dan dalam ruang bakar mesin. Aditif bensin dari generasi terbaru juga mampu mengurangi emisi gas NOx yang selama ini belum dapat dicapai dengan aditif generasi sebelumnya. Aditif bensin dari generasi lama yang tidak dapat membersihkan ruang bakar hanya mampu mengurangi emisi gas CO dan hydrocarbon. Penggunaan aditif bensin generasi lama bahkan menambah extra ORI sebagai akibat deposit ruang bakar yang lebih banyak. Banyak aditif bensin generasi lama juga mengandung unsur chlor yang pada proses pembakaran dapat menimbulkan senyawa dioxin yang sangat beracun.
Dengan biaya yang masih terjangkau, setidaknya kita dapat lebih lanjut menurunkan TEL dalam bensin dan menggantinya dengan MTBE. Selain itu diperlukan juga penambahan antioxidant, metal deactivator dan aditif yang sanggup membersihkan ruang bakar, menurunkan NOx (dismaping CO dan hydrocarbon), serta anti-ORI. Bila ini dilaksanakan, pencemaran udara akan menurun secara nyata dalam waktu relatif singkat, sehingga program langit biru tidak lagi hanya merupakan slogan belaka.
Sebagai kesimpulan, untuk memaksimalkan upaya mem-biru-kan bensin dalam rangka program langit biru, harus diupayakan pemakaian semaksimal mungkin komponen clean octane yaitu alkylate, isomerate, MTBE dan penggunaan aditif yang mampu menurunkan ORI dan NOx. Yang paling layak secara ekonomis untuk segera dilaksanakan adalah penggunaan MTBE dengan batasan minimum untuk mengganti paling tidak sebagian TEL dan aditif deterjen yang anti ORI di samping antioxidant dan metal deactivator. Semoga tulisan ini dapat membantu meningkatkan kesadaran dan kepedulian kita terhadap mutu udara yang kita konsumsi setiap saat.
 Oleh : J. Purwosutrisno Sudarmadi
Power Maker Power Maker Author

Teori lama Aditif BBM

Seiring dengan semakin tingginya harga BBM nonsubsidi sekelas bensin pertamax berangka oktan 92 (ON 92), Pertamax plus ON 95, dan sebagainya,  banyak beredar produk aditif peningkat angka oktana yang ditawarkan di pasaran .Dari  yang berharga murah  seharga 10  ribuan sampai yang relatif mahal .Banyak para pemilik kendaraan  tergiur  pemakaian aditif  ini , karena alasan  coba-coba, lkut-ikutan komunitas otomotif  sampai yang terpengaruh rayuan si penjual. Lalu, bagaimana sebenarnya cara memilih aditif yang bagus? Sederhana  sebenarnya tips untuk  memilih aditif  bensin  yang bagus.

Berikut dibawah ini kunci pemilihan produk aditif untuk bensin:
Tanyakan pada si penjual, apakah aditif itu sudah diuji baik di laboratorium ataupun di mobil sesungguhnya. Kalau belum diuji bagaimana kita tahu keunggulan aditif tersebut? Kalau sudah diuji , ya kita tanyakan hasilnya baik yang berupa uji fisik ataupun kandungan senyawa yang ada dalam aditif tersebut. Lebih bagus lagi ada data mengenai uji pada kendaraan di lapangan.  Masalahnya adalah kebanyakan konsumen enggan menanyakan hal ini. Tetapi lebih fokus pada pertanyaan seputar khasiat dari aditif tersebut. Kalau khasiat yang ditanyakan, sudah pasti penjualnya akan dengan lancar menerangkannya.

Produk aditif yang bagus biasanya diproduksi oleh produsen yang memiliki reputasi bagus juga. Produsen  aditif yang bagus biasanya melampirkan produk aditif dengan MSDS (Material Safety Data Sheet). MSDS adalah Lembar data keselamatan dan keamanan suatu bahan,  berisi tentang  informasi  dan panduan  kandungan senyawa yang dipakai beserta cara penanganannya agar si pemakai aditif tahu betul  resiko dan terhindar dari masalah kesehatan dan keamanan saat penggunaan produk tersebut. Harap diingat aditif bensin umumnya memakai senyawa kimia berbahaya bagi kesehatan dan juga relatif mudah terbakar. Kalau orang awam memakai secara sembarangan bisa berakibat fatal bagi si pemakai juga orang lain.

Kalaupun produk tersebut tidak memiliki MSDS, tanyakan kandungan senyawa pada produk aditif  tersebut. Apakah aditif tersebut senyawa hidrokarbon seperti : minyak tanah/ kerosin, senyawa aromatik toluen atau xylena, atau merupakan bahan kimia berbasis logam seperti, MMT (metilsiklopentadienil manganese tricarbonil) dan Ferrocene (disiklopentadienil iron) atau senyawa nitrat oksida . Banyak produk aditif sebenarnya merupakan campuran dari bahan-bahan diatas. Senyawa MMT misalnya, merupakan  senyawa kimia  berbasis logam  Mangan, yang bisa mengganggu kesehatan saraf manusia . Pada mesin kendaraan , aditif ini bisa mengganggu sisitem pengapian, sensor oksigen, konverter dan deposit pada dinding silinder. Ada juga produk aditif yang memakai kerosin sampai lebih 60% sebagai bahan pelarutnya. Ferocene sangat dibatasi penggunaannya di Amerika karena merupakan logam berat. Pada aplikasinya ferocene bisa mengikis ring piston, silinder, gangguan pengapian, dsb. Kalau penjualnya tidak ngerti hal ini,  buat apa dibeli produknya ?

Ciri aditif bensin yang bagus adalah bahwa penambahan aditif tersebut  tidak merubah sifat karakteristik dan spesifikasi bensin lainnya . Maksudnya, kalau aditif itu adalah aditif peningkat angka oktana, maka meningkatnya angka oktana pada bensin tersebut tidak boleh merubah  sifat lainnya, misalnya merubah titik didih bensin tersebut.  Bensin yang relatif bagus, memiliki kisaran titik didih 28-200 oC.  Kalau penambahan aditif tersebut menaikkan titik didih bensin tersebut
-  diatas 200 oC, ini menandakan  aditif tersebut , tidak baik untuk digunakan. Titik didih bensin,  hanya salah satu saja dari sifat fisik bensin yang dijadikan standar spesifikasi di seluruh dunia. Ada sekitar 16 cici-ciri atau sifat karakteristik bensin lainnya yang telah ditentukan batasannya,  yang tidak boleh berubah sesuai standarnya.
Pilih aditif dengan dosis pemakaian yang rendah. Sekali lagi, aditif bensin umumnya memakai senyawa kimia berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Pemakaian aditif berlebihan bisa menimbulkan masalah pada komponen mesin dan juga kesehatan manusia. Misalnya, Batas kandungan senyawa berbasis MMT  di Amerika dan Kanada sekitar 8,2 mg/lt bensin.
Pastikan merk aditif itu sudah terdaftar sebagai produk resmi yang legal diperdagangkan di Indonesia. Lebih afdol lagi sebenarnya , produk tersebut telah terdaftar secara resmi di badan lingkungan seperti di Amerika (EPA).  Karena di Amerika sana, lebih ketat pengaturan pembatasan  pemakaian aditif dan lebih selektif dalam memantau peredaran produk aditif yang aman bagi mesin kendaraan dan lingkungan.
Intinya adalah konsumen harus kritis dalam menentukan produk adtif yang ingin dipakai .  Kalau ditanya khasiat produk aditif tersebut, pasti si penjual akan dengan fasih dan lancar menjelaskannya. Tapi begitu ditanyakan hal diatas. Anda pasti sudah bisa menduga jawabannya?? Itung-itung kita uji pemahaman si penjual tentang aditif,Ok!
Power Maker Power Maker Author

Knocking, atau Mesin Ngelitik


Engine knocking  atau detonasi atau dikenal juga dengan istilah mesin ngelitik adalah peristiwa terbakarnya bagian-bagian yang belum di kenai oleh percikan api busi dalam ruang pembakaran. Terbakarnya bagian-bagian yang belum dikenai api ini berlangsung sangat cepat dan menyebabkan kenaikan tekanan yang sangat tinggi.
Dari kejadian tersebut menyebabkan mesin putaran mesin menghasilkan bunyi ngelitik yang berasal dari kompartemen mesin dan tentunya bisa sangat mengganggu ketika berkendara. Namun masih banyak yang meremehkan apabila mesin terdengar ngelitik, padahal hal ini tidak boleh dibiarkan karena dapat menyebabkan kerusakan yang cukup fatal pada mesin.
Cara mengenali suara ngelitik pada mesin mobil yang menggunakan transmisi manual, gampang. Jalankan mobil dengan pelan, lalu pasang gigi pada posisi tinggi apalagi jika dilakukan percepatan tiba-tiba, maka bunyi asing yang muncul mesin disebut ngelitik.
Dalam bahasa umum, terjadinya ngelitik bisa disebutkan banyak penyebab seperti piston head atau ruang bakar yang kotor. Namun secara teknis, ngelitik terjadi karena prestasi kerja mesin yang tidak maksimal akibat sistem pembakaran berlangsung tidak sempurna.
Selain karena ruang bakar atau kepala piston yang kotor, pembakaran yang terjadi tidak sempurnya yang menyebabkan mesin ngelitik pada mesin mobil, paling sering disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut:

1. AKIBAT CARA MENGENDARA YANG SALAH; Perlakuan terhadap mobil yang salah seperti memasang posisi gigi yang tidak seimbang dengan kecepatan mobil, kebiasaan menambah kecepatan mobil secara tiba-tiba, atau memberikan beban di luar kemampuan mesin.
Mengatasinya: Pelajari dan patuhi cara memperlakukan mobil atau mengemudi dengan cara yang baik dan benar.

2. AKIBAT SISTEM KELISTRIKAN RUSAK; Terjadi masalah pada sistem pengapian atau kelistrikan di antaranya kepala distributor yang rusak atau kotor, ada kabel busi rusak, atau terdapat satu atau dua busi tidak berfungsi dengan baik (tidak semua mobil memiliki komponen ini).
Mengatasinya: Jika kepala distributor kotor, maka cukup dibersihkan dengan amplas halus, jika ada kabel busi tidak menghantarkan listrik maka kabel itu harus diganti, demikian pula terhadap busi yang rusak.
Mengindentifikasi kabel busi mana yang rusak, lepas semua kabel busi dari busi juga kepala busi, lalu arahkan ujung kabel busi tadi ke body mesin dan stater mesin sambil memperhatikan apakah ada lompatan api atau tidak. Pada kabel busi yang tidak terjadi lompatan api, berarti rusak.
Sedang untuk mengidentifikasi busi yang rusak, dilakukan dengan cara yang sama, bedanya hanya membuka busi dari mesin lalu pasang kepala busi dan hubungkan dengan kabel busi lalu lakukan lagi hal yang sama. Pada busi yang tidak terjadi loncatan api berarti rusak.

3. AKIBAT MEMAKAI BBM YANG BURUK; Pemakaian bahan bakar buruk atau BBM dengan nilai oktan yang terlalu rendah. BBM buruk juga sering terjadi karena penjual yang nakal dengan mencampur bensin dengan minyak tanah.
Mengatasinya: Jika sudah terlanjur telah mengisi tangki dengan BBM yang buruk, maka tidak perlu membuang BBM itu. Mengatasinya cukup dengan mengisi lagi dengan BBM ber-oktan tinggi seperti Pertamax atau yang setara dengan volume yang cukup.
Bila mesin masih juga ngelitik, langkah berikutnya bisa dilakukan dengan membeli bahan menambah nilai oktan yang biasa dijual di bengkel-bengkel atau di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) tertentu. (yulham)
Apabila kejadian mesin ngelitik dibiarkan dalam jangka waktu lama hingga bunyinya bertambah parah, maka biasanya pada ujung piston / silinder akan ada bopel-bopel dan bahkan bisa sampai piston tersebut bolong. Untuk itu kiranya SO mania perlu mengetahui penyebabnya dan bagaimana perawatan yang harus dilakukan agar mesin mobil menjadi awet dan tidak terjadi yang namanya mesin ngelitik.

Penyebab mesin ngelitik (Engine Knocking )
Banyak faktor yang dapat menyebabkan mesin ngelitik, diantaranya adalah karena faktor penggunaan jenis bbm yang tidak tepat, karena seharusnya mobil tersebut menggunakan bbm dengan oktan tinggi tapi pengguna mobil tersebut menggunakan bbm dengan oktan yang berkadar rendah. Penyebab lain sehingga mesin menjadi ngelitik adalah karena ruang bakar yang sudah terlalu banyak kerak karbon.

Selain faktor bbm, setelan gigi timing yang tidak benar hingga membuat pembakaran atau faktor pengapian yang kurang bagus, akibat banyak bbm yang tidak terbakar dengan sempurna. Kalau hal ini dibiarkan secara terus menerus akan juga akan mengakibatkan mesin ngelitik serta penumpukan kerak karbon pada ruang bakar secara berlebih.

Hindari Dengan Tuning Engine
Jika memang mesin yang harusnya menggunakan bbm beroktan tinggi tapi tetap ingin menggunakan bbm beroktan rendah karena berbagai alasan, solusi yang bisa dilakukan biasanya adalah dengan melakukan pengunduran waktu pengapian agar tidak terjadi knocking. Hal ini dapat dilakukan tapi dengan kondisi seperti ini, konsekuensinya adalah tarikan mobil tidak dapat se-responsif ketika menggunakan bbm yang bagus dan waktu pengapian yang sesuai.

Apabila faktor pengapian yang menjadi penyebabnya, dapat menggunakan busi yang sesuai atau jika mau bisa menggunakan produk-produk yang dapat memperbesar atau memaksimalkan pengapian.

Carbon Clean atau Top Overhaul Jadi Solusi
Jika diperkirakan ruang bakar mesin sudah terdapat banyak kerak karbon yang menempel hingga mesin selalu ngelitik, maka langkah paling mudah yang dapat dilakukan untuk pembersihan adalah dengan memakai metode carbon clean.

Sebagai langkah terakhir yang dapat dilakukan apabila masalah mesin ngelitik semakin parah adalah harus dilakukan Top Overhaul (OH) yang mengharuskan mesin turun setengah. Jika melakukan hal ini, maka akan ada banyak bagian yang harus diganti dan yang sudah pasti harus diganti adalah packing cylinder head, seal klep, packing tutup klep (jika kondisi masih bagus bisa dipakai lagi), dan packing water pump.

Tapi sebisa mungkin apabila mesin harus mengalami Top OH, maka bagian packing atau seal bagian atas harus diganti. Sedangkan kalau untuk klep, rocker arm, suling klep, sitting klep, botol klep, sumpit klep, sims/coin klep dsb yang berbau metal harus dilihat kondisinya terlebih dahulu dan jika masih bagus tidak perlu mengalami penggantian.

Sumber: www.solusimobil.com
Power Maker Power Maker Author

Submenu Section

Labels

Social Icons

Wikipedia

Hasil penelusuran

Translate

Google+ Followers

Popular Posts

Become a Fan

Kunjungan

Image Credits

header-menu

video

Labels

Chat

Flickr Images

Social

nocopy



Diesel with Fire Blast & Oil Active Technology

Popular Posts

About me

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Labels

Popular Posts