My Diary.
to Share my Life Events

BioDiesel

BIODIESEL
Apa itu biodiesel?
Biodiesel adalah suatu renewable alternative fuel untuk digunakan pada compression ignition (diesel) engines, yang dibuat dari produk-produk agrikultur seperti vegetable oils atau dari biologicaling  redients berbasis animal dan tidak di peruntukan bagi spark ignition(SI) engines. Walaupun diesel merupakan bagian dari namanya, biodiesel tidak mengandung petroleum atau fossil fuels lainnya. Biofuel ini adalah non petroleum atau non-fossil fuel.

Walaupun tidak mengandung petroleum, biodiesel dapat di campurkan ke dieselfuel konvensional pada fuel tank yang sama menciptakan biodiesel blend. Diesel fuel konvesional adalah diesel fuel yang berasal dari petroleum dan seringkali disebut petrodiesel. Boidiesel secara kimiawi serupa dengan petrodiesel. Disebabkan karena mempunyai chemical properties and performance characteristics yang serupa sekali dengan petrodiesel, biodiesel dalam bentuk murninya dapat langsung dipergunakan pada diesel engine moderen dengan sedikit atau tanpa modifikasi engine. Dan dalam presentase yang kecil biodiesel dapat dipergunakan sebagai fuel lubricity additive, dicampurkan pada petrodiesel yang kadar sulfur nya rendah seperti ultra low sulfur diesel (ULSD), untuk meningkatkan lubricity atau lubricating ability yang hilang bila sulfur direduksi.

Biodiesel baik sekali untuk digunakan pada modern diesel engines karena tipe diesel fuel ini mempunyai lubricity yang ekselen, lebih baik dari petrodiesel. Superior lubricity dari biodiesel ini dapat menurunkan pengausan pada diesel engines dan dapat meningkatkan umur komponen-komponen. Demikian, penggunaan biodiesel benar-benar dapat memperpanjang engine life. Di samping itu, biodiesel flemabilitas( flam ability) nya tinggi dan dapat mempunyai sifat-sifat solvent alamiah yang akan menolong membersihkan deposist dalam fuel lines, storage tank dan fuel delivery system.

Biodiesel adalah suatu oxyg enated fuel yakni mengandung oxygen kurang lebih 11% dalam struktur molekulnya, Kehadiran atom-atom oksigen ini memungkin proses pembakaran bahan bakar yang terjadi dalam ruang bakar mesin jadi lebih sempurna daripada bila menggunakan petrodiesel yang merupakan suatu non-oxygenated fuels dan oleh karena itu pada kendaraan yang tidak dilengkapi dengan emission controls system secara signifikan menghasilkan lebih sedikit emisi carbon monoxide (CO), unburned(HC)dan particulate matter (PM) atau soot dari tailpipe. Tetapi, penggunaan oxygenated fuels cenderung mengakibatkan meningkatnya emisi nitrogen oxides(NOx). Bahan bakar ramah lingkungan ini juga mereduksi smoke dan bau-bau yang berbahaya (noxious odors).

BEBERAPA TIPE BIODIESEL
Banyak macam biodiesel seperti diuraikan secara singkat dibawah, diproduksi diberbagai Negara, begantung pada jenis feedstock nya yang digunakan, antara lain :

1. COCONUT BIODIESEL
Coconut biodiesel adalah istilah pemasaran untuk biodiesel yang diproduksi dari coconut oil. Biodiesel ini biasanya digunakan di beberapa Negara di eropa, Thailand, Canada dan amerika serikat. Di Indonesia, tipe biodiesel ini belum banyak di produksi dan dikenal sebagai cocodiesel. Cocodiesel yang tidak melalui trans esterification bukanlah biodiesel. Istilah kimia yang biasa diguanakan untuk biodiesel terbuat dari coconut oil ini adalah coconut methyl ester yang biasa disingkat CME.

2. SOY DIESEL
Istilah pemasaran untuk biodiesel di amerika serikat yang diproduksi dari soy bean oil. Soybean oil or soy or soy oil adalah vegetable oil berwarna kuning muda yang diekstrak/dipres dari kacang kedelai (soybean/ soya bean). Soybean/ soya bean oil ini banyak diproduksi di amerika serikat dan mendomonasi sebagai suatu biodiesel feedstock. Istilah lain dari biodiesel feedstock. Istilah lain dari biodiesel ini adalah methyl soyate atau soy bean biodiesel atu soy biodiesel. Istilah kimia yang bia di gunakan sa digunakan untuk tipe biodiesel ini adalah soy menthyl esters yang juga biasa di singkat sebagai SME atau SOME atau soybean oil methyl esters (SME) atau soybean menthyl esters(SOME).

3. PALM BIODIESEL
Istilah pemasaran untuk biodiesel yang diproduksi dari palm oil. Saat ini, palm oil adalah vegetable oil yang amat berlimpah-limpah di asia tenggara. Istilah kimia yang biasa digunakan untuk palm fatty acid methyl ester atau palm oil menthyl ester. Biosolar yang dipasarkan pertamina adalah campuran dari palm diesel dan petrodiesel.

4. JATROPHA BIODIESEL
Istilah pemasaran untuk biodiesel yang diproduksi dari jatropha curcas oil atau jatropha oil. Jatropha methyl ester adalah istilah kimia untuk jatropha biodiesel.

5. RAPE/ RAPESEED BIODIESEL
Istilah pemasaran yang biasa digunakan untuk biodiesel yang terbuat dari rape/rapessed oil. Rape menthyl ester (RME) atau rapessed oil menthyl ester biasa disingkat sebagai RME adalah istilah kimia untuk rape/rapeseed biodiesel. Rape/rapeseed biodiesel adalah biodiesel yang paling umum digunakan di eropa. Scania telah menggunakan tipe biodiesel ini.

6. PEANUT BIODIESEL
Istilah pemasaran untuk biodiesel yang diproduksi dari peanut oil. Peanut methyl ester adalah istilah kimia untuk peanut biodiesel.

7. SUNFLOWER BIODIESEL
Istilah pemasaran untuk biodiesel yang diproduksi dari sunflower oil. Sunflower biodiesel banyak diproduksi di eropa selatan.

APLIKASI BIODIESEL
Pada environmental protection agency (EPA), biodiesel telah tercatat sebagai neat fuel. Demikian, biodiesel dapat digunakan sendirian pada diesel engines dalam bentuk murninya sebagai pengganti petrodiesel. Istilah biodiesel sendiri menunjukan bahan bakar murni sebelum dicampur dengan petrodiesel. Biodiesel juga tercatat sebagai fuel additive. Ia dapat dicampurkan pada petrodiesel dalam suatu ratio membentuk campuran yang disebut biodiesel blends atau bio blends.
Biodiesel blends di tunjukkan dengan huruf “B” dan diikuti dengan xx, dimana xx menunjukkan persentase kuantitas biodiesel yang terkandung dalam campuran bahan bakar. Beberapa biodiesel blend yang dikenal adalah B20, B5 dan B2. menurut U.S department of energy, lowlevel biodiesel blends atau low blend adalah blend 20% dan dibawahnya.
Penggunaan biodiesel blend mereduksi emisi carbon dioxide (CO2) dan pollutants yang dipancarkan ke atmosfir, dengan demikian mereduksi greenhouse gases dan polusi udara. Selain itu, penggunaan biodiesel blend akan meningkatkan lubricity dari petrodiesel dan mereduksi deposits dalam diesel engies.

Biodiesel merupakan senyawa kimia sederhana dengan kandungan enam sampai tujuh macam ester asam lemak. Biodiesel didefinisikan sebagai metil ester dengan panjang rantai karbon antara 12 sampai 20 dari asam lemak turunan dari lipid contohnya minyak nabati atau lemak hewani. Minyak nabati atau lemak hewani dapat dibuat biodiesel dengan reaksi transesterifikasi dengan menggunakan alkohol.Komposisi dan sifat kimia dari biodiesel tergantung pada kemurnian, panjang pendek, derajat kejenuhan, dan struktur rantai alkil asam lemak penyusunnya.
Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif dari sumber terbarukan (renewable), dengan komposisi ester asam lemak dari minyak nabati antara lain: minyak kelapa sawit, minyak kelapa, minyak jarak pagar, minyak biji kapuk, dan masih ada lebih dari 30 macam tumbuhan Indonesia yang potensial untuk dijadikan biodiesel.

Proses pembuatan Biodiesel

Biodiesel dibuat melalui suatu proses kimia yang disebut transesterifikasi. Proses ini menghasilkan dua produk yaitu metil esters (biodiesel)/mono-alkyl esters dan gliserin yang merupakan produk samping. Bahan baku utama untuk pembuatan biodiesel antara lain minyak nabati, lemak hewani, lemak bekas/lemak daur ulang. Sedangkan sebagai bahan baku penunjang yaitu alkohol. Pada pembuatan biodiesel dibutuhkan katalis untuk proses esterifikasi. Produk biodiesel tergantung pada minyak nabati yang digunakan sebagai bahan baku serta pengolahan pendahuluan dari bahan baku tersebut.
Alkohol yang digunakan sebagai pereaksi untuk minyak nabati adalah methanol, namun dapat pula digunakan ethanol, isopropanol atau butyl, tetapi perlu diperhatikan juga kandungan air dalam alcohol tersebut. Bila kandungan air tinggi akan mempengaruhi hasil biodiesel kualitasnya rendah, karena kandungan sabun, ALB dan trigiserida tinggi. Disamping itu hasil biodiesel juga dipengaruhi oleh tingginya suhu operasi proses produksi, lamanya waktu pencampuran atau kecepatan pencampuran alkohol.
Katalisator dibutuhkan pula guna meningkatkan daya larut pada saat reaksi berlangsung, umumnya katalis yang digunakan bersifat basa kuat yaitu NaOH atau KOH atau natrium metoksida. Katalis yang akan dipilih tergantung minyak nabati yang digunakan,apabila digunakan minyak mentah dengan kandungan ALB kurang dari 2 %, disamping terbentuk sabun dan juga gliserin.
Katalis tersebut pada umumnya sangat higroskopis dan bereaksi membentuk larutan kimia yang akan dihancurkan oleh reaktan alkohol. Jika banyak air yang diserap oleh katalis maka kerja katalis kurang baik sehingga produk biodiesel kurang baik. Setelah reaksi selesai, katalis harus di netralkan dengan penambahan asam mineral kuat. Setelah biodiesel dicuci proses netralisasi juga dapat dilakukan dengan penambahan air pencuci, HCl juga dapat dipakai untuk 318 proses netralisasi katalis basa, bila digunakan asam phosphate akan menghasil pupuk phosphat (K3PO4)
gb4851

sumber referensi =
- techno info edisi 36 tahun 2007
- http://pphp.deptan.go.id/xplore/view.php?file=PENGOLAHAN-HASIL/BioEnergi-Lingkungan/BioEnergi-Perdesaan/BIOFUEL/Biodiesel/Biodiesel.pdf

Diambil dari website:  http://talimuslim.blogspot.com/2011/03/biodiesel.html
  •  
Power Maker Power Maker Author

Submenu Section

Labels

Social Icons

Wikipedia

Hasil penelusuran

Translate

Google+ Followers

Popular Posts

Become a Fan

Kunjungan

Image Credits

header-menu

video

Labels

Chat

Flickr Images

Social

nocopy



Diesel with Fire Blast & Oil Active Technology

Popular Posts

About me

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Labels

Popular Posts