Google Translator
Artikel
CB Login

Testimoni
Statistik

Garansi

 

 

Beberapa Motor dan Kompresi Mesin

AddThis Social Bookmark Button

Hubungan Kompresi dengan Bahan Bakar Menurut Ahli Mesin

Pera penyuka adu kebut balap lurus biasanya melakukan modif pada bagian head silinder guna memberbesar rasio kompresinya, dari sekian banyak rider atau mekanik tak jarang mereka melupakan prinsip dasarnya bahwa melakukan modif head silinder guna membesar kompresi berujung pemakain bahan bakarnya.

Matematisnya adalah kompresi berhubungan erat dengan bahan bakar yang akan di gunakan dan jika hal itu tidak terpenuhi maka gejala detonasi, ngelitik akan terjadi pada mesin.

Sebagai acuannya adalah :

  • Semakin besar kompresi maka semakin membutuhkan bahan bakar beroktan tinggi.
  • Semakin besar nilai oktan maka semakin lambat titik bakarnya.
  • Semakin tinggi oktan yang di pakai melebihi ketentuan besar kompresi motor maka semakin banyak sisa/kerak bahan bakar yang tidak terbakar dalam silinder atau klep.
  • Semakin besar kompresi motor dan tanpa di ikuti oktan bahan bakarnya maka akan detonasi atau ngelitik.


Dari beberapa poin acuan di atas pemilihan bahan bakar yang tidak sesuai dengan kompresi akan menimbulkan tumpukan kerak atau ngelitik, jadi harus seimbang. Oleh karena itu di bawah ini adalah cara menentukan bahan bakar yang pas sesuai dengan tinggi kompresi.






Tabel Oktan Bahan Bakar

Bahan Bakar Nilai Oktan Ketentuan Kompresi
Pertamina - Premium 88
7:1 s/d 9:1
Pertamina - Pertamax 92
9:1 s/d 10:1
Pertamina - Pertamax Plus 95
10:1 s/d 11:1
Pertamina - Pertamax Racing/Benzol + 100
12,1 ke atas
Shell - Super Extra 95
10:1 s/d 11:1
Shell - Super 92
9:1 s/d 10:1
Petronas Primax 97 97
11:1 s/d 12,0:1
Petronas Primax 95 95
10:1 s/d 11:1






Tabel Kompresi Motor Standar

Type Motor Nilai Kompresi
Suzuki Satria 120 R 7,0:1
Suzuki Satria FU 150 10,2:1
Suzuki Smash 9,6:1
Suzuki Shogun 9,3:1
Suzuki Arashi 9,5:1
Suzuki Thunder 125 9,2:1
Suzuki Spin 125 9,6:1
Suzuki Skywave 125 9,6:1
Yamaha RZR-RXZ 7,0:1
Yamaha YT 115 7,2:1
Yamaha Rx King 6,9:1
Yamaha FIZR 7,1:1
Yamaha Mio 8,8:1
Yamaha Vega R 9,0:1
Yamaha Majesty 125 11:1
Yamaha Nouvo 8,8:1
Yamaha Scorpio 9,5:1
Yamaha Jupiter 9,0:1
Yamaha Jupiter-Z 9,3:1
Yamaha Jupiter Mx 10,9:1
Yamaha V-Ixion 10,4:1
Kawasaki Blitz Joy R 9,5:1
Kawasaki Blitz Joy VR 9,5:1
Kawasaki Ninja RR 7,2:1
Kawasaki Ninja 6,9:1
Kawasaki KAZE 9,3:1
Kawasaki KAZE R 9,3:1
Kawasaki KAZE E 9,3:1
Kawasaki Blitz 115 9,5:1
Kawasaki Blitz R 9,5:1
Kawasaki ZX 130 10,0:1
Honda Supra Fit 9,0:1
Honda Kirana 125 9,0:1
Honda Karisma 9,0:1
Honda Astrea LEGENDA 9,0:1
Honda Mega Pro 9,0:1
Honda Tiger 2000 9,0:1
Honda New Tiger 9,0:1
Honda Nova Sonic 11,0:1
Honda CBR 150R 11,0:1
Honda Nova Dash RS 7,0:1
Honda NSR 150 SP 6,8:1



Keterangan :

  • Bagi Motornya yang tidak tertera di atas untuk melihat nilai kompresi standar bisa melihat di buku panduan motor bawaannya.
  • Cara membaca table; Misal Suzuki Satria 120 dengan kompresi 7,0:1 (tabel kompresi motor standar) maka bahan bakar yang di gunakan adalah premium dengan oktan 88 karena sanggup dan pas untuk kompresi 7,1:1 s/d 9,0:1 sperti yang tertera (tabel oktan bahan bakar).

NB: Dengan di Campur Penghemat Orca Tipe Motor apapun bisa Pake BBM (Pemium, Pertamax dan Pertamax Plus), semakin tinggi oktan jika di Blend dengan Penghemat Orca, angka Penghematan BBM akan lebih besar dan Penghemat Orca Tidak Menaikkan Oktan BBM.

Terakhir Diperbaharui (Sabtu, 14 Juni 2014 10:31)

 
Video Touring Orca Power Maker
Test Orca Power Maker pada Yamaha Mio
Test Orca Power Maker pada MotorTrail